WordPress Heartbeat yang berat

271 views

WordPress Heartbeat yang berat – API Heartbeat menggunakan fungsi /wp-admin/admin-ajax.php untuk menjalankan fungsi Ajax dari web browser. Secara teori hal ini sangat bagus karena dapat merekam aktivitas di dashboard wordpress.

Namun bagaimanapun fungsi ini bisa menimbulkan menirimkan permintaan yang cukup tinggi pada server yang dapat menyebabkan beban CPU menjadi tinggi. Kapanpun web browser dibiarkan terbuka, API heartbeat akan terus bekerja dan bisa menimbulkan masalah beban server.

Kerja WordPress API Heartbeat

Salah satu yang dihandle oleh API Heartbeat adalah dashboard wordpress itu sendiri. Jika ada login ke wordpress anda, lalu meminimalkan window anda, dan membuka tab baru di browser anda, anda dapat melihat sebuah permintaan admin-ajax.php di file log akses server anda.

Niagahoster dan Contabo merupakan salah satu penyedia jasa layanan hosting/VPS terbaik dengan teknologi wordpress accelerator.

Jika pada [00:29:30] anda login ke dashboard, anda akan melihat permintaan awal GET /wp-admin/index.php.

Lalu pada [00:30:31]WordPress Heartbeat API mengirimkan permintaan POST /wp-admin/admin-ajax.php Heartbeat.

Dengan fokus pada dashboard wordpress, permintaan API Heartbeat mempunyai jeda maksimla 60 detik yang diijinkan oleh API tersebut. Namun jika dashboard wordpress dibiarkan begitu saja, jeda waktunya menjadi 120 detik.

Nonaktifkan WordPress API Heartbeat

Jika anda mencatat atau mendapat catatan, website anda mengkonsumsi banyak permintaan dari admin-ajax.php, API Heartbeat dapat dinonaktifkan untuk mencegah aktivitas yang berlebih dari file ini secara otomatis.

Caranya adalah dengan menginstal sebuah plugin bernama Heartbeat Control by WP Rocket .

Login ke dashboard anda, lalu tambah plugin baru “Heartbeat Control by WP Rocket”

Wordpress Heartbeat yang berat

Kofigurasi Heartbeat:

Di konfigurasi ini, anda bisa menonaktifkan Heartbeat selamanya, atau membuatnya bekerja pada bagian tertentu saja. Tergantung kebutuhan anda saja, ada Dashboard, Frontpage, dan Post Editor.

Jika anda memilih modifikasi, misalkan pada Post editor, secara default Heartbeat bekerja dengan jeda waktu 15 detik, anda bisa memperlebar jeda waktu tersebut sebanyak 60 detik atau lebih, ini dapat mengurangi beban server sejumlah 75%.

Setelah ada seting, jangan lupa untuk di save.

Ini adalah salah satu cara mengoptimalkan web wordpress anda.

Selamat mencoba.

 

 

Daftar Layanan Hosting Terbaik
Target Audien Provider Harga Mulai Dari
USA Contabo £ 2.99
Eropa Contabo £ 2.99
Indonesia Niagahoster Indonesia Rp. 8.000,00
Exabytes Indonesia Rp. 10.000,00
Hostinger Indonesia Rp. 8.000,00
Domainesia Rp. 8.000,00
Cloudmild Rp. 8.000,00

Leave a reply "WordPress Heartbeat yang berat"

Author: 
Harry
Nama saya Harry. Ini merupakan blog pribadi. Isi utamanya tentang belajar wordpress dari nol sampai lupa lagi, karena keseringan lupa, akhirnya yang pernah lupa dituangkan dalam blog sederhana. Terkadang di waktu luang, saya menulis tentang apa yang ingin saya tulis. Jadi jangan heran pada akhirnya blog ini jadi gado-gado.